Laman

Kamis, 20 Juni 2013

Proud To Be Late

Telat.. Terlambat.. It's Ok, better than nothing at all..
Mungkin itulah prinsip hidup dari mereka yang telatan.. "Lebih baik telat daripada gak sama sekali" #Curhat.. Tapi itu jauh lebih terhormat daripada mereka yang berprinsip "Lebih baik gak sama sekali daripada telat" betul? So, it is time for us to shout loud that we PROUD to be late.

First of all, tulisan ini aku persembahkan untuk mereka yang gak pernah telat, kemudian yang jarang telat, dan yang terutama dan teristimewa untuk yang hobinya telat. Yang entah bagaimana telat sudah menjadi hobinya, sampai perlu dipertanyakan apakah telat adalah sebuah takdir, nasib, ataukah sekadar pilihan hidup. Buat kamu yang hobi nya telat, ya kamu.. tepat, kamu yang hidup di dalam wacana *yang gak telatan gak usah tersinggung* #NoJudge kamu berada di tempat yang tepat, berbangga lah karena kamu telat, karena saya pun orang yang telatan, dan kita harus bangga. tanya kenapa? just keep reading bro :)

Yes, i am serious

Telat artinya terlambat. *Titik* itulah definisi satu-satu nya yang di sediakan untuk telat, ataupun terlambat yang artinya lewat dari waktu yang ditentukan. Sesimpel itu, sebenarnya kedua kata tersebut sama saja pada dasarnya. Yang membedakan cuma kekreatifan kita dalam penggunaannya dalam suatu kalimat. Oke, out of the topic, disini gak bakal ngebahas dari sisi bahasanya. Secara umum aku pengen ngajak kamu ngelihat telat dari sisi lainnya, sisi  lain yang jarang diperhatikan dan diakui orang, tapi sesungguhnya sisi tersebut ada dan nyata #AntiMainstream. Jujur aja, posting ini sebenernya udah lama pengen aku buat, tapi baru kesampean sekarang, ya seperti biasa, sama seperti topik nya T E L A T. . . but it's Ok, better than nothing at all.

Telat sudah hampir menjadi budaya dalam kehidupan manusia. Telat sudah mewarnai perjalanan hidup manusia sejak ribuan tahun lalu sampai saat ini, sampai kapanpun telat selalu ada. Telat ada ketika ada suatu kepastian dan ketetapan. Kita menjadi telat tatkala kita melewati batas waktu yang telah ditentukan. Entah oleh aturan, lingkungan ataupun diri kita sendiri. Andaikan tak ada kepastian dan ketetapan  maka tak ada namanya telat. Bayangkan kuliah tidak di jadwalkan, tetapi bisa di mulai kapan saja dan selesai kapan saja, pasti tidak ada yang namanya telat. Ooh.. seems like a nice world.. Just like it when there's no rule #GakNyambung

Telat pun akan menjadi sebuah persepsi tatkala seseorang menganggap dirinya tidak telat karena dia memang berniat untuk datang jam segitu, telat menurutnya menjadi telat bila dia telah melewati ukurannya sendiri, batas yang diciptakan nya sendiri. Namun yang namanya telat tetaplah menjadi telat, walaupun dia berniat datang jam segitu. Hal itu tidak merubah keadaan bahwa dia tidak telat, melainkan dia memang berniat untuk telat. Terlepas dari di sengaja maupun tidak di sengaja nya seseorang menjadi telat, apapun alasan nya, tetaplah dia telat. Tinggal bagaimana telat tersebut dapat diterima dan ditoleransi. Satu pesan ku bagi kalian yang tidak telat hanyalah :

I am just an Ordinary Man

Mungkin cukup sekian saja teori singkat abal-abal tentang telat. Lantas untuk apa berbangga diri bila menjadi orang yang telatan? Bukankah telat itu sesuatu yang memalukan bahkan  dipandang buruk oleh orang-orang. That's right! Telat itu memalukan, hanya bagi mereka yang masih punya kemaluan.. Telat itu dipandang buruk, hanya bagi mereka yang berperasaan.. Ya, dunia itu memang kejam bung.. Tapi kan telat ngerugiin orang lain, dampak nya gak baik. That's absolutely right man!! Makanya kalau pengen  dibahas  gak bakal selesai, bakal banyak banget dampak buruk dan kerugian yang ditemukan juga ditimbulkan dari telat itu sendiri. Namun terlepas dari sisi kelam nya itu apakah ada yang masih bisa dibanggakan dari telat? Dengan lapang dada dan ringan hati saya bakal ngejawab ADA.. Lantas apa yang dimiliki mereka yang sering telat, yang membedakannya dengan mereka yang jarang atau tidak pernah telat? 

Mereka yang telat memiliki NYALI.. Ya tepat, mereka yang berani telat hanyalah mereka yang memiliki nyali. Mereka yang sering telat tentunya memiliki keberanian yang lebih daripada yang tidak. Percaya deh, sering telat bakal menciptakan keberanian dan rasa percaya diri yang lebih dibandingkan mereka yang tidak. Jadi budayakan lah telat sejak dini, demi pembentukan karakter yang tepat *Sesat*. Gimana nggak, untuk telat itu memang gampang, gampang banget malah. Yang susah ialah menghadapi dampaknya, menerima resikonya. Sanggupkah kamu bertanggung jawab atasnya? Telat itu menuntut tanggung jawab loh, entah itu dalam bentuk perbuatan yang mengharuskan kamu melakukan sesuatu karena ketelatanmu, seperti tutup pintu dari luar. Ataupun tanggung jawab moral, yaitu tanggung jawab pribadi yang mengharuskan kamu untuk tidak merugikan lingkungan atau siapapun juga atas ketelatanmu. It's not an easy road man, if you choose to be late.. Laki itu. . berani berbuat, berani bertanggung jawab

Mereka yang telat itu berani mengambil RESIKO.. Tinggalkan rasa takut, hadapi dengan gagah. Mungkin alasan inilah yang kemudian dapat menjadi jawaban atas penelitian ini. Penelitian yang dulu pernah saya baca, sekitar lima enam tahun lalu. Penelitian unik yang dilakukan di luar negeri, kurang lebih di situ dinyatakan bahwa orang yang telatan memiliki kemungkinan dan peluang lebih besar menjadi pemimpin dan orang sukses di masa depan. Ya, kamu gak salah baca, orang yang telatan memiliki kemungkinan dan peluang lebih besar menjadi pemimpin dan orang sukses di masa depan.. That's the point manorang yang telatan memiliki kemungkinan dan peluang lebih besar menjadi pemimpin dan orang sukses di masa depan *Sengaja di ulang 3x biar ganteng* Terserah boleh percaya atau tidak atas penelitian ini, namun hal ini benar adanya. Penjelasannya ialah mereka yang dulunya telatan memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan-keputusan yang berisiko, mengambil jalan yang tidak berani dilewati orang lain, layakanya seorang PEMIMPIN. Seperti kata seseorang, pemimpin adalah orang yang berani melakukan sesuatu yang tidak berani dilakukan bawahannya.

That is why we trust a leader..

Telatan tidak akan menjadikan seseorang sukses, justru sebaliknya. Telatan juga tidak menjadikan seseorang sebagai pemimpin, justru sebaliknya. Namun telatan dapat membentuk karakter seseorang, karakter yang dapat mengarahkan nya menjadi seorang pemimpin dan orang yang sukses. Sayangnya hal itu hanya dapat dinikmatinya apabila dia mau merubah kebiasaan nya terlebih dahulu. Kebiasaan telatan harus dibuang jauh-jauh terlebih dahulu agar dia dapat menikmati buahnya, buah yang begitu nikmat. Ubahlah terlebih dahulu sifat tersebut, jadilah pribadi yang tepat waktu dan hargai lah waktu yang ada. Bukankah waktu yang kita miliki hanya sebentar saja. Bukankah hidup kita tak ubahnya uap yang muncul sebentar lalu lenyap? Jadi jangan buang-buang waktu dengan bertelatan ria. Sebisa mungkin on time, apalagi before time. Bila kata orang waktu adalah uang maka dengan telat kamu sudah melakukan korupsi, namun dengan tepat waktu kamu sudah menginvestasikan uangmu. Which one do you choose? Berubahlah sobat, demi masa depanmu..

Change for the Better Future

8 komentar :

  1. hmm berarti yang menjadikan telat itu sesuatu yang oke untuk dibanggakan adalah ketika kita sudah sadar kalau itu sebenarnya adalah sebuah bentuk korupsi yang notabene bisa merugikan oranglain juga diri kita sendiri, dan kemudian kita menjadi mau untuk mengubahnya menjadi tepat waktu. haha. Inti yg aku dapet: gk ada yang salah kalau kita salah, yang penting kita punya kesadaran untuk berubah.
    hha kren broo! nice post! :) keep writing sob hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks bro.. Tepat sekali, yang penting kita mau berubah. Maka jalan akan lebih terbuka lebar bagi kita #SokBijak -_- Makasih banget yes, kamu komentator pertama di blog ku loh.. Tak doain cepet lulus deh :) haha. Yoman, ditunggu juga tulisan mu yang berikutnya

      Hapus
  2. beberapa kali telat gara-gara rumah jauh dari sekolah, namun banyak temen yang senasib jadi bareng-bareng deh telatnya haha :D, keep posting mas Yos.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha #TelatItuIndah *looh??*, makasih ya di kunjungannya..
      yoi bro, makin semangat posting ni kalo ada komeng nya haha

      Hapus
  3. kemaren saya udah kasih komen,tp sekarang kok gak ada ya ? :) yahhh..intinya yang sekarang gak bikin saya (selaku pembaca) bingung,walaupun tetep panjang tapi mengalir,setiap kalimat dan baitnya inti-nya dapet,,smart writer,nice brain and good edits..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya po? wah komentar nya telat mungkin nyampe nya, masih pending :) asiik.. makasih ya, komentar dan professional judgment nya.. :D "penulis yang baik itu penulis yang dapat mempersingkat apa yang hendak disampaikan nya, dalam kalimat yang mudah dimengerti pembaca" Quote by me..

      Hapus
  4. Dan ternyata komen saya hilang lagi :(
    saya ulangin lagi deh yaa... -___-
    #truequote :)
    sama-sama :D kalo dari saya sih -keep imagining and be a brilliant distributor of you mind- bro ! :p
    cuman satuu lagi,saya bacanya berasa penulis ngobrolnya cuma sama pembaca cowok :D apa otak saya yang sudah terkontaminasi kalo yang suka telatan itu cuma cowok ya? :D #sorry #NoJudge

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha gak ko, itu masih ada diatas :D
      iya, saya balas lagi aja yaa.. ;)
      ehmm, sebenarnya bukan ngobrol sama pembaca cowok si, itu cuma efek delusi dari gaya penulisannya aja ko. soalnya itu penulis ngobrolnya sama diri sendiri *looh??-_-"*, dan merupakan refleksi pribadi dari kehidupan pribadinya hehe :)

      Hapus